Sijunjung Jadi Ruang Belajar Budaya dalam Summer Course 2026 Universitas Andalas dan Osaka University
SIJUNJUNG – Kabupaten Sijunjung menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan Summer Course 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Mengusung tema “Minangkabau for the Global Community: Sijunjung as a Living Archive: Integrating Manuscripts, Memory, and Cultural Ecology”, kegiatan ini berlangsung pada 17–26 September 2026 di Padang dan Kabupaten Sijunjung.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa dari Osaka University, Jepang, yang mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai aspek kehidupan masyarakat Minangkabau, mulai dari manuskrip, sejarah, memori kolektif, tradisi, kuliner, kesenian, hingga kehidupan masyarakat dan lingkungan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat Sijunjung.
Pemilihan Kabupaten Sijunjung sebagai salah satu lokasi utama Summer Course tidak terlepas dari kekayaan sejarah, kebudayaan, tradisi, serta lingkungan masyarakat yang masih terpelihara. Melalui kegiatan lapangan, para peserta diajak untuk memahami kebudayaan Minangkabau secara langsung melalui interaksi dengan masyarakat dan kunjungan ke sejumlah kawasan serta objek budaya dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan di Sijunjung diawali dengan kunjungan ke Kampung Adat Nagari Sijunjung, termasuk kegiatan survei dan wawancara mengenai rumah gadang. Para peserta kemudian mengikuti kegiatan pengenalan manuskrip di Surau Simaung, sebagai bagian dari pembelajaran mengenai manuskrip dan kehidupan masyarakat Minangkabau.
Selain manuskrip, peserta juga mendapatkan pengalaman mengenai kuliner dan pengetahuan lokal, termasuk pengenalan Randang Bilalang, Simaung, Kalamai, serta berbagai pengetahuan budaya yang menyertainya. Peserta juga mendengarkan paparan mengenai Baapo Nan Syaraf sebagai warisan budaya takbenda.
Kegiatan semakin memperkaya pengalaman peserta melalui kunjungan ke Geopark Silokek Ranah Minang. Dalam agenda tersebut, peserta mengikuti kegiatan pengenalan lanskap dan lingkungan budaya melalui kunjungan dan eksplorasi kawasan Geopark Silokek.
Tidak hanya belajar mengenai sejarah dan lingkungan, para mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengenal seni pertunjukan Minangkabau melalui pengenalan dan latihan tari di Sanggar Seni Muaro Sijunjung. Rangkaian latihan tersebut kemudian dilanjutkan dengan persiapan pertunjukan sebagai bagian dari pengalaman langsung peserta dalam memahami seni dan budaya Minangkabau.
Rangkaian kegiatan di Sijunjung ditutup dengan diskusi dan refleksi kegiatan, sebelum peserta kembali ke Padang untuk mengikuti seminar dan presentasi hasil Summer Course di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.
Melalui Summer Course 2026, Sijunjung tidak hanya menjadi lokasi kunjungan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai kebudayaan Minangkabau. Kehadiran mahasiswa internasional memberikan ruang bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah, tradisi, manuskrip, seni, serta lanskap budaya Sijunjung kepada masyarakat akademik internasional.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Sijunjung sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan lingkungan yang dapat menjadi sumber pembelajaran, penelitian, serta pengembangan wisata berbasis budaya dan pengetahuan.
Rangkaian Kegiatan di Sijunjung
Kunjungan dan wawancara di Kampung Adat Nagari Sijunjung
Pengenalan manuskrip di Surau Simaung
Pengenalan kuliner dan pengetahuan lokal
Pengenalan warisan budaya takbenda
Eksplorasi lanskap dan lingkungan budaya Geopark Silokek Ranah Minang
Pengenalan dan latihan Tari Minangkabau
Pertunjukan seni dan refleksi kegiatan
Galeri Foto